Selasa, 12 April 2011

Senyawa Kimia Beracun dalam Bahan Pangan akibat Kontaminasi Merkuri

Penyakit minamata pertama ditemukan di Kumamoto tahun 1956, dan tahun 1968 Jepang menyatakan penyakit ini disebabkan pencemaran pabrik Chisso Co. Ltd. Penyakit Minamata terjadi akibat banyak mengkonsumsi ikan dan kerang dari Teluk Minamata yang tercemar Methyl-Hg atau disebut metil merkuri (methylmercury).
Tahun 1908 PT Chisso berdiri dan tahun 1932 mulai memproduksi berbagai jenis produk dari pewarna kuku sampai peledak. Dengan dukungan militer, industri ini merajai industri kimia, dan dengan leluasa membuang limbahnya ke teluk Minamata. Diperkirakan 200-600 ton Hg dibuang selama tahun 1932-1968. Selain merkuri limbah PT Chisso juga berupa mangan. Thalium, dan Selenium.
Bencana mulai nampak tahun 1949 ketika karang makin punah, sehingga ikan yang menjadi andalan nelayan Minamata mulai menurun drastis. Tahun 1953 beberapa ekor kucing yang memakan ikan dari teluk Minamata mengalami kejang, menari-nari, dan mengeluarkan air liur beberapa saat kemudian kucing ini mati.
Pada Tahun 1956, gadis berusia 5 tahun menderita gejala kerusakan otak, gangguan bicara, dan kehilangan keseimbangan, akibatnya tidak dapat berjalan. Kasus sama terjadi pada adik dan empat orang tetangganya. Penyakit ini oleh Dr. Hosokawa disebut sebagai minamata desease.
Tahun 1958 terbukti penyakit Minamata disebabkan keracunan oleh metil merkuri, dengan kucing yang kejang dan disusul kematian setelah diberi makan metil merkuri. Tahun 1960 bukti menyebutkan bahwa PT Chisso berperan besar dalam tragedi Minamata, karena ditemukan metil merkuri di ekstrak kerang dari teluk Minamata. Sedimen kerang mengandung 10-100 ppm metil merkuri, sedang di dasar kanal pembuangan pabrik mencapai 2000 ppm. Tahun 1968 pemerintah secara resmi mengakui limbah pabrik Chisso sebagai sumber penyakit Minamata.
Minamata adalah penyakit yang disebabkan keracunan metil merkuri dengan akibat gangguan syaraf pusat dan otak kecil karena logam merkuri. Penyakit Minamata tidak menular atau menurun secara genetis. Selain itu, panyakit Minamata juga tidak dapat diobati, usaha perawatan sebatas mengurangi gejala dan terapi rehabilitasi fisik.
Merkuri banyak digunakan dalam industri seperti termometer, tambal gigi, baterai, dan soda kaustik. Merkuri dapat pula bersenyawa dengan khlor, belerang, dan oksigen senyawa untuk membentuk garam merkurium yang sering digunakan dalam industri krim pemutih kulit. Ada tradisi beberapa masyarakat yang menggunakan karbon di dalam baterei untuk lantai rumahnya.
Di alam, logam merkuri dapat ditransformasikan menjadi bentuk senyawa metil merkuri. Konsentrasi merkuri di udara biasanya rendah dan jarang menjadi sumber permasalahan, berbeda ketika memasuki perairan. Pada perairan merkuri dengan mudah berikatan dengan unsur kimia khlor. Ikatan dengan ion khlor akan membentuk merkuri anorganik yang mudah masuk ke dalam plankton dan dapat berpindah ke biota laut lain, seperti plankton, karang, ikan, dan sebagainya.
Pada biota laut inilah merkuri anorganik mengalami perubahan menjadi merkuri organik (metil merkuri). selain itu kondisi asam dan kadar ozon pada perairan mendorong aktivitas bakteri mengubah merkuri menjadi metil merkuri. Sifat metil merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh ikan, sehingga ikan mengandung metil merkuri lebih banyak lagi.
Ikan-ikan yang telah terkontaminasi menjadi ancaman kesehatan serius bagi manusia ketika rantai makanan itu menyambung ke manusia. Sekali berada dalam tubuh, metal merkuri sangat lambat tercuci. Oleh sebab itu, memakan ikan yang tercemar metil merkuri dengan dosis di bawah ambang pun, jika dilakukan dalam jangka waktu lama, akan meningkatkan jumlah merkuri di dalam tubuh.
Pada tubuh manusia metil merkuri menyebar ke seluruh jaringan terutama darah dan otak. Sekitar 90 persen ditemukan dalam darah merah dan sisanya diekskresikan melalui empedu ke tinja juga urine. Metil merkuri memasuki tubuh manusia melalui tiga cara, yaitu melalui kulit, inhalasi (pernafasan) maupun lewat makanan. Bila masuk melalui kulit akan menyebabkan reaksi alergi kulit berupa iritasi kulit. Reaksinya tidak terlalu lama, cukup mandi beberapa kali pada air yang tercemar merkuri, kulit pun akan segera mengalami iritasi.
Konsentrasi metil merkuri ditemukan pada ginjal, hati, dan otak. Selain itu juga nephritis, efek-efek saraf dan jantung. Pada keracunan akut dapat menimbulkan gangguan sistem saluran pencernaan dan pernafasan. Metil merkuri juga dapat menembus blood brain barrier dan menimbulkan kerusakan di otak.
Metil merkuri yang masuk tubuh manusia akan menyerang sistem saraf pusat, akibatnya terjadi degenerasi sel-sel syaraf pada otak kecil, sarung selaput syaraf dan bagian otak yang mengatur penglihatan. Penderitanya mengalami kesemutan (paresthesia), gangguan bicara, hilang daya ingat, ataxia dan kelainan syaraf lainnya.

Gejala-gejala keracunan: terasa geli dan panas pada anggota badan, mulut, bibir, dan lidah, sukar berbicara dan menelan, kehilangan pendengaran, tidak stabil emosinya, coma, dan kematian. Efek merkuri pada kesehatan terutama berkaitan dengan sistem syaraf, yang sangat sensitif pada semua bentuk merkuri. Metilmerkuri dan uap merkuri logam lebih berbahaya dari bentuk-bentuk merkuri yang lain, sebab merkuri dalam kedua bentuk tersebut dapat lebih banyak mencapai otak. Pemaparan kadar tinggi merkuri, baik yang berbentuk logam, garam, maupun metilmerkuri dapat merusak secara permanen otak, ginjal, maupun janin. Pengaruhnya pada fungsi otak dapat mengakibatkan tremor, pengurangan penglihatan dan pengurangan daya ingat. Pemaparan dalam waktu singkat pada kadar merkuri yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah atau denyut jantung, kerusakan kulit, dan iritasi mata.
Sementara itu pada penderita kronis penyakit ini mengalami sakit kepala, sering lelah, hilang indera perasa dan penciuman, dan menjadi pelupa.
Batas maksimum yang disarankan untuk komsumsi merkuri adalah 0,3 mg per orang dalam seminggu atau 0.005 mg per kg berat badan dan dari jumlah tersebut tidakk boleh lebih dari 0,2 mg sebagai metil merkuri.
• Merkuri organic ((RHg, R2Hg, ArHg) juga bertanggung jawab terhadap keracunan bahan makanan.
• Merkuri organic biasanya digunakan untuk melindungi biji-bijian yang disimpan.